Batu Nisan Sultan Musta'in Billah
Populer
-
Assalamu,alaikum wr/wb.. kawan..! ucapan terima kasih dan selamat datang di blog ini, dan mohon maaf apabila dalam tampilan blog ini amat sa...
-
Placeholder for About Me page of Azmirza ElBanjary
-
Kumpulan macam-macam apps mobile browser gratis internet yg dapat anda pasang/install di ponsel java/symbian anda, dgn file ber_extention (j...
-
BANDAR SERI BEGAWAN – Pusat Sejarah Brunei mengadakan Konvensyen penBorneo 2013 dari tanggal 13-14 September 2013 di Bandar Seri Begawan Br...
-
Download Lagu RHEINA - Mayang Terurai.mp3 Gratis Deskripsi: Lagu ini berasal dari penyanyi RHEINA . Dia berkarya untuk menghibur kita semua...
-
Dalam mengawali tulisan, terlebih dahulu saya akan menjabarkan apa dan siapa yang disebut dengan urang banjar|اورڠ بنجر, atau dalam Bahasa I...
-
Divisi Android Google sangat unik dalam menamai tiap versi dari Android dengan nama dessert atau makanan penutup. Seperti apa sejarah lengk...
-
SHEIKH ALI BIN ABDULLAH AL-BANJARY JURU TULIS KITAB I'ANAH ATH-THALIBIN Di kalangan santri di Indonesia dan Santri Alam Melayu kitab I’a...
-
Sejumlah ulama di Provinsi Kalimantan Selatan mendukung pelestarian aksara Arab Melayu Banjar yang dilakukan Kesultanan Banjar dalam upaya ...
-
Pembela Rasulullah dihukum mati oleh pihak negara Pakistan. Ia merupakan tentara pengawal hakim Pakistan bernama Muhammad Mumtaz Hussain. Mu...
Cari Blog Ini
Music Listening
AI MUSIC GENERATOR
Kamis, 28 Februari 2019
Makam Raja Banjar ke IV DYMM Sultan Musta'In Billah Ditemukan di Bawah Pohon Kasturi Raksasa di Martapura
Batu Nisan Sultan Musta'in Billah
SHEIKH ALI BIN ABDULLAH AL-BANJARY
Rabu, 27 Februari 2019
MAGELI MAKANAN KHAS MARTAPURA
MAGELI KHAS MARTAPURA
Ada yang tahu jenis kue atau penganan ini? Ya, Mageli, jika mendengar nama makanan khas Banjar ini khususnya Kota Martapura ini tidak semua orang kenal. Namun, jika pernah merasakannya tentu penasaran untuk memakannya lagi.
Kue ini biasanya teman makan ketupat atau sekadar camilan aja. Meski sudah termasuk langka dan jarang ditemukan di Banjarmasin, Mageli ini banyak ditemukan di daerah Martapura, Kebupatian Banjar, Kalimantan Selatan.
Dari berbagai sumber yang didapat
untuk menikmati kuliner ini kurang lengkap kalau tidak menggunakan saus atau sambal. Makanan konon disebut makanan berasal dari jazirah arab.
Bila diperhatikan bentuknya seperti kue atau wadai yang bahan dasarnya dari tepung dan digoreng.
Namun jangan salah, makan satu ini ternyata berbahan dasar dari kacang, Kacang Hijau atau Kacang nagara atau kacang putih (kacang tunggak) merupakan komoditas kacang-kacangan lahan lebak. Bentuknya ada yang dibikin lonjong atau bulatan kecil berwarna kuning dengan teksture agak lembut. Namun, entah bagaimana ceritanya sampai penganan itu dinamakan Mageli.
Cara buat nya susah susah gampang Bahan dasar nya pun bisa pake kacang china (putih) ataupun kacang hijau , Berikut resepnya jika bunda ingin mencoba membuatnya.
Bahan-bahan:
1. 200 gr kacang hijau /kacang putih
2. 2 butir telur
3. 1/2 sdt ketumbar bubuk
4. 100-150 mlair
5. secukupnya gula garam
6. secukupnya kaldu bubuk ( Royco/ sasa)
7. 5 sdm tepung terigu
8. 1/4 sdt baking powder (optional)
9. Bumbu halus :
10. 4 siung bawang putih
11. 7 siung bawang merah
12. 2 butir kemiri
13. 1 cm kencur (optional)
Langkah:
Haluskan kacang bisa pakai food processor atau blender biasa jangan terlalu halus biarkan begerindil.
Di sini pakai blender biasa jadi ngeblend nya sedikit demi sedikit aja kalau agak susah masukkin air sedikit sama telurnya juga.
Setelah diblender semua campurkan adonan dengan bumbu halus tepung garam gula kaldu dan baking powder aduk rata.
Goreng diminyak panas
Tekstur bulat-bulat tergantung saat menyendokkan ke dalam minyak saat menggorengnya.
#FolksOfBanjar #KulinerKhasBanjar #KulinerKhasMartapura #Mageli #BanjareseCulinary #MartapuraCulinary
#TasteMageli #AsianSnackFood
PERKAWINAN ADAT MELAYU BANJAR
Sekilas Proses Perkawinan Adat Banjar
Berikut akan saya ceritakan sekilas dulu mengenai proses-proses yang mengiringi acara perkawinan dalam adat Banjar. Di tulisan yang lain akan dibahas lebih detail.
Perkawinan adat Banjar dipengaruhi oleh unsur dalam agama Islam, dalam perkawinan Banjar nampak jelas begitu besar penghormatan terhadap posisi wanita. Hal itu merupakan penerapan dari ajaran Islam yang mengemukakan ungkapan “surga itu dibawah telapak kaki ibu” dan kalimat “wanita itu adalah tiang negara”. Acara demi acara yang dilaksanakan semuanya berpusat di tempat atau di rumah pihak calon mempelai wanita, pihak dari keluarga laki-laki yang datang menghormati kepada keluarga mempelai wanita.
Urutan proses yang umum terjadi di kalangan keluarga calon pengantin adalah:
1. Basusuluh (mencari informasi secara diam-diam mengenai riwayat keluarga calon mempelai. Mencari informasi ini bisa melalui berbagai macam cara dan dilakukan secara cerdik)
2. Batatakun (mencari informasi definitif, pencarian ini lebih terbuka melalui kedua pihak keluarga)
3. Badatang (meminang)
4. Maatar Patalian ( memberikan barang-barang antaran kepada pihak mempelai wanita, berupa barang kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan kamar tidur)
5. Nikah (ikatan resmi menurut agama)
6. Batatai (proses akhir dari perkawinan Banjar, upacara bersanding/pesta perkawinan)
Ditambah berbagai proses lainnya yang semuanya dilakukan di kediaman mempelai wanita. Karena perkawinan merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup, maka keluarga kedua mempelai berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kesan dan keistimewaan serta fasilitas kepada kedua mempelai, mereka dilayani bagai seorang raja dan ratu sehingga sering diberi julukan Raja Sahari (raja satu hari)
Proses-proses yang dilakukan sebelum batatai pengantin, yaitu:
1. Manurunakan Pangantin Laki-Laki, Upacara akan dimulai saat pengantin laki-laki mulai turun dari rumahnya menuju pelaminan di rumah mempelai wanita. Proses ini memang terlihat mudah, tetapi sering pada acara inilah terjadi hal-hal yang berakibat fatal bahkan mengakibatkan batalnya seluruh acara perkawinan. Di masa lalu, tidak jarang laki-laki saingan yang gagal memperoleh hati wanita yang akan segera menikah melakukan segala cara untuk menggagalkan pernikahan yang akan segera berlangsung. Mereka berusaha menggagalkan dengan cara halus (gaib) terutama saat ijab kabul tiba. Mempelai laki-laki akan muntah-muntah dan sakit, ada juga yang tidak dapat menggerakkan kakinya untuk melangkah padahal rumah wanitanya sudah didepan mata. Untuk mengantipasi hal ini biasanya para tetuha keluarga memberikan sangu dengan doa-doa khusus. Selain itu saat kaki calon pengantin laki-laki melangkah pertama kali akan didendangkan shalawat nabi dan ditaburi baras kuning.
2. Maarak Pengantin Laki-laki, saat tidak ada lagi gangguan terjadi rombongan pengantar akan bergerak menuju rumah mempelai wanita (dahulu jarak antar rumah calon relatif dekat sehingga warga berjalan kaki beramai-ramai). Kira-kira beberapa puluh meter di depan rumah mempelai, saat inilah berbagai macam kesenian akan ditampilkan. Diantaranya, Sinoman Hadrah, Kuda Gipang, bahkan ada musik Bamban (sejenis Tanjidor Betawi). Mempelai laki-laki yang melewati barisan Sinoman Hadrah akan dilindungi oleh Payung Ubur-Ubur, payung ini akan terus berputar-putar melindungi pengantin sambil rombongan bergerak menuju rumah mempelai wanita.
3. Batatai Pengantin, proses terakhir dalam pesta. Kedua mempelai bertemu dan dipertontonkan di atas mahligai pelaminan disaksikan seluruh undangan yang hadir.
Selain rangkaian proses di atas masih ada beberapa proses perkawinan adat Banjar yang dilakukan oleh keluarga kedua mempelai sebagai penunjang suksesnya hari batatai pengantin.
Source : Kerajaan Banjar Virtual