Batu Nisan Sultan Musta'in Billah
Populer
-
Assalamu,alaikum wr/wb.. kawan..! ucapan terima kasih dan selamat datang di blog ini, dan mohon maaf apabila dalam tampilan blog ini amat sa...
-
Placeholder for About Me page of Azmirza ElBanjary
-
Kumpulan macam-macam apps mobile browser gratis internet yg dapat anda pasang/install di ponsel java/symbian anda, dgn file ber_extention (j...
-
BANDAR SERI BEGAWAN – Pusat Sejarah Brunei mengadakan Konvensyen penBorneo 2013 dari tanggal 13-14 September 2013 di Bandar Seri Begawan Br...
-
Sejumlah ulama di Provinsi Kalimantan Selatan mendukung pelestarian aksara Arab Melayu Banjar yang dilakukan Kesultanan Banjar dalam upaya ...
-
Dalam mengawali tulisan, terlebih dahulu saya akan menjabarkan apa dan siapa yang disebut dengan urang banjar|اورڠ بنجر, atau dalam Bahasa I...
-
Download Lagu RHEINA - Mayang Terurai.mp3 Gratis Deskripsi: Lagu ini berasal dari penyanyi RHEINA . Dia berkarya untuk menghibur kita semua...
-
Divisi Android Google sangat unik dalam menamai tiap versi dari Android dengan nama dessert atau makanan penutup. Seperti apa sejarah lengk...
-
Pembela Rasulullah dihukum mati oleh pihak negara Pakistan. Ia merupakan tentara pengawal hakim Pakistan bernama Muhammad Mumtaz Hussain. Mu...
-
SHEIKH ALI BIN ABDULLAH AL-BANJARY JURU TULIS KITAB I'ANAH ATH-THALIBIN Di kalangan santri di Indonesia dan Santri Alam Melayu kitab I’a...
Cari Blog Ini
Music Listening
AI MUSIC GENERATOR
Kamis, 28 Februari 2019
Makam Raja Banjar ke IV DYMM Sultan Musta'In Billah Ditemukan di Bawah Pohon Kasturi Raksasa di Martapura
Batu Nisan Sultan Musta'in Billah
Minggu, 24 Februari 2019
GANG BANJAR DAN JEJAK KERAJAAN BANJARMASIN DI EMPANG BOGOR
GANG BANJAR DAN JEJAK KERAJAAN BANJARMASIN DI EMPANG
Sekitar tahun 1885, daerah Bogor menjadi tempat pengasingan sultan dan para bupati yang dianggap berbahaya bagi pemerintah Belanda, dan sekaligus untuk mengurangi secara sistematis pengaruh kaum feodalis atas masyarakatnya.
Para bupati yang diasingkan berasal dari berbagai daerah, di antaranya dari Pekalongan, Bojonegoro, Sukapura (tempat pengasingan Empang), Purukcahu dan Bali.
Sedangkan Kerabat Diraja Banjar yang dibuang ke Bogor adalah YM Gusti Mohd Arsyad. Di Empang, bekas tempat pengasingannya inilah yang kemudian jejaknya dikenal dengan nama Gang Banjar. Di pengasingannya di Empang, Ia bersama para saudagar Arab kemudian ikut mendirikan Syarekat Dagang Islamiyyah yang pendiriannya diprakarsai oleh Raden Mas Tirtosoediro. Kelak SDI inilah yang kemudian berubah menjadi Syarekat Islam yang diketuai oleh Samanhudi di Solo dan dilanjutkan oleh HOS Tjokroaminoto sebagai tokoh sentral SI dan nama yang melekat erat dengan perkembangan SI dikemudian hari dan dikenal sebagai guru bangsa yang terkenal dengan gelar “Raja Jawa Tanpa Mahkota”.
Penerus Kesultan Banjarmasin ( Pagustian ) Gusti Mohd Arsyad tidak sendirian di pengasingannya di Empang, Ia ditemani istrinya Ratu Zaleha Binti Sultan Mohammad Seman dan beberapa orang kerabat dekatnya. Ratu Zaleha adalah satu dari sedikit pejuang wanita di Nusantara yang gagah berani membela tanah airnya dari cengkeraman kuku penjajahan Belanda. Bersama sang suami, Gusti Mohammad Arsyad bin Gusti Muhammad Said, Ratu Zaleha adalah penerus perjuangan Pahlawan Nasional Perang Banjar Pangeran Antasari.
Di masa tuanya sang Ratu kembali ke kampung halamannya pada tahun 1937 setelah sekian tahun berada di pembuangannya di Empang, dan meninggal pada tanggal 23 September 1953 dan kemudian dimakamkan di pemakaman raja-raja pagustian kesultanan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Nama Ratu Zaleha diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah di kota Martapura, Kebupatian Banjar, dan juga nama jalan di jalan-jalan utama di Kalimantan Selatan, demikian juga dengan Gusti Mohammad Arsyad.
#FolksOfBanjar #KesultananBanjar #GustiMohdArsyad #RatuZalecha #PangeranAntasari #PerangBanjar