Populer

Cari Blog Ini

Music Listening

AI MUSIC GENERATOR

Jumat, 29 April 2016

Kerajaan Banjar,Selaparang,Taliwang,Sumbawa Dan Bima Adalah Serumpun

-Azmirza Network

Menurut Hikayat Banjar dan Kotawaringin, dalam pemerintahan Pangeran Ratu sempat menjalin hubungan bilateral dengan Kerajaan Selaparang melalui ikatan perkawinan Raden Subangsa ( Raden Marabut ) putera dari Pangeran Martasinga yang dinikahkan dengan Mas Surabaya puteri dari Raja Selaparang. Pasangan ini dianugerahi seorang putera bernama Raden Mataram. Mas Surabaya kemudian meninggal dunia. Kemudian Raden Subangsa dinikahkan oleh Raja Selaparang dengan puterinya Mas Panghulu yang tinggal di Sumbawa ( Sumbawa Besar ).

 Pasangan ini memperoleh putera yang bernama Raden Bantan. Raden Subangsa oleh orang Selaparang dan orang Sumbawa ( Sumbawa Besar) digelari Pangeran Taliwang ( Datu Taliwang ), karena ibu Raden Mataram itu berdiam di negeri Taliwang. Ketika di Tanah Banjar dahulu, Raden Subangsa telah memperoleh tiga puteri yaitu Gusti Yada, Gusti Tika dan Gusti Pika. Raden Subangsa merupakan saudara lain ibu dengan Pangeran Singamarta ( Dipati Singamarta).

Kabar berita tentang keadaan Raden Subangsa diketahui di masa pemerintahan Sultan Rakyatullah (1660-1663) yang dibawa oleh Raden Subantaka yang dahulu disuruh memperisterikan Raden Subangsa ke Selaparang. Raden Subantaka itu paman dari Pangeran Singamarta. Pangeran Singa-Marta adalah Menteri Besar yang pernah diutus raja Banjar kepada Kesultanan Bima pada tahun 1701. Di negeri kesultanan Bima, Pangeran Singa-Marta menikahi puteri dari Adipati Thopati Tlolouang. Raden Subangsa merupakan saudara sesusu dengan Raden Kasuma Lalana/Pangeran Dipati Anom II/Sultan Agung.

Pangeran Dipati Anom II inilah yang menyuruh memperisterikan Raden Subangsa ke Selaparang dan demikian juga sanak-saudaranya yang lain juga dinikahkan dengan putera/puteri kerajaan lain. Pada tahun 1618, Kesultanan Gowa menaklukan kerajaan-kerajaan di Sumbawa Barat kemudian dipersatukan dengan Kerajaan Selaparang. Pada tahun 1673 pusat kerajaan dipindahkan oleh VOC-Belanda dari pulau Lombok ke Sumbawa untuk memusatkan kekuatan. Pada tahun 1674, perjanjian Kesultanan Sumbawa dengan VOC yang isinya bahwa Sumbawa harus melepaskan Selaparang, setelah lepasnya Selaparang dari Sumbawa kemudian VOC menempatkan regent dan pengawas. Kerajaan Selaparang mulai mengalami kemunduran pada tahun 1691 dan akhirnya runtuh pada 1740 karena kekalahannya dalam perang melawan Kerajaan Karangasem.

Sejarah Sumbawa mencatat bahwa dominasi Sultan Sumbawa yang keturunan Bugis-Makasar digantikan oleh sultan dari keturunan raja Banjar. Permulaan keturunan raja Banjar menjadi sultan Sumbawa yaitu, Gusti Mesir Abdurrahman yang bergelar Sultan Muhammad Jalaluddin Syah II (1762-1765). Beliau diangkat menjadi sultan kedelapan Sumbawa karena beliau telah memperistrikan cucunda dari Sultan Jalaluddin Muhammad Syah I (1702-1723), Datu Bonto Raja.

Silsilah Raja dari keturunan Banjar mendominasi Kesultanan Sumbawa. Meskipun juga, Datu Seran ( Raja negeri Seran ) dan anaknya sempat menjadi Sultan Sumbawa, namun dilanjutkan kembali oleh dinasti Gusti Mesir Abdurrahman sampai kesultanan di Sumbawa berakhir tahun 1958.

Source : Google dan beberapa sumber lainnya

Jumat, 08 April 2016

Stop Bullying Di Social Media

stop-bullying-660x473.jpg

Kita hidup di era yang segala sesuatunya bebas berkembang. Zaman terus merencanakan kemajuan, tak ada yang bisa membatasi potensi perkembangan zaman dan modernisasi yang berlangsung. Sebagai manusia yang menikmati akan perkembangan zaman dan segala sesuatu yang mengiringinya, tentu kita banyak sekali diuntungkan dalam hal ini.

Tidak ada yang tidak menikmati, segala sesuatunya terasa lebih mudah dan fleksibel sehingga perkembangan zaman seolah sudah menjadi momok yang selalu dinanti-nanti.

Tapi apa dampak lain dari perkembangan zaman? Ternyata tidak hanya zaman saja yang berkembang. Moral dan akhlakpun mengalami perkembangan. Fatalnya, ia berkembang tidak hanya pada arus positif namun juga berkembang pesat kepada arus negatif.

Mungkin akhlak dan moral berada pada orbit yang berbeda dengan beberapa hasil perkembangan zaman lainnya seperti berkembangnya elektronik yang ada pada saat ini. Tetapi ternyata di antara keduanya memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan.

Jika perkembangan elektronik membawa pada manusia mengenal beragam sosial media, yang membuat dia tidak hanya berkomunikasi atau berinteraksi melalui dunia nyata saja melainkan melalui dunia maya juga, maka akhlak dan moral si pengguna dan penikmat perkembangan elektronik tadi akan terpancar dari dunia maya yang ia geluti.

Setiap orang mungkin punya cara main dan polanya sendiri-sendiri. Tetapi sangat disayangkan apabila cara main dan pola ini ternyata terlalu mengandung banyak cacat dan tak layak untuk dikonsumsi.

Mudah mungkin ketika kita melakukan kesalahan di dunia nyata, kita hanya perlu meminta maaf, menampakkan wajah penyesalan, menyodorkan tangan untuk berjabat atau hal-hal lainnya yang biasa digunakan untuk permintaan maaf. Tetapi kesalahan di dunia maya ternyata tidak semudah itu untuk dihilangkan apalagi dimaafkan.

Fitur-fitur dan ragam kekreatifan yang tidak bisa dibendung ini ternyata berdampak kesulitan untuk melupakan atau bahkan memaafkan kesalahan beberapa orang. Salah sedikit, captured! Salah sedikit, muncul ragam meme yang menghujat. Percaya atau tidak, inilah yang terjadi.

Bullying atau mengucilkan dan mengabaikan bahkan mencecar orang di dunia maya saat ini seolah sudah menjadi sebuah tradisi. Satu saja kesalahan kecil, akan mengundang ragam episode bullying di sosial media. Kasusnya terjadi di kota Medan, misalnya, tetapi satu Indonesia turut menghujat habis-habisan.

Kritik boleh saja, tak ada yang melarang. Beropini pun silakan saja. Tetapi akan sangat disayangkan jika ternyata Indonesia dengan ragam kekayaannya, ternyata hanya mampu menghasilkan bullying dari sebuah kesalahan warga/masyarakatnya.

Akan lebih baik jika yang dihasilkan adalah argumen atau opini dan kritik yang membangun, bukan meme yang menyinggung atau komentar-komentar yang kasar di berbagai akun sosial media yang ada.

Kalau kita saksikan, beberapa kasus atau kesalahan seorang warga yang akhirnya menuai kritik panjang dan drama bullying, akan terasa menyesakkan. Bukan karena kasihan kepada yang di bully, tetapi justru miris menyaksikan kenyataan bahwa masyarakat saat ini hanya mampu membully, tidak membangun sama sekali.

Source : Www.Dakwatuna.Com

Kamis, 07 April 2016

Apa Arti Flagship Pada Smartphones

FLAGSHIP KILLERS

Apa arti atau maksud kata Flagship pada produk Smartphone? Jika Anda sering membaca berita tentang Android, Anda tentu sering menemukan kata atau istilah “flagship”, khususnya jika artikel tersebut mengabarkan tentang produk baru yang diperkenalkan oleh vendor tertentu. Bagi Anda yang masih awam mungkin akan bertanya-tanya tentang arti dari istilah “flagship” tersebut.

•Flagship adalah sebuah produk andalan dari suatu vendor yang merupakan produk “inti” dari semua produk yang mereka hadirkan. Produk flagship juga bisa diartikan sebagai produk terbaik atau produk yang berada di kelas paling tinggi (bisa juga dikatakan sebagai produk termahal) yang dimiliki oleh suatu vendor.
xperia-2bz2-2bwaterproof.png

Seperti misalnya seri Xperia “Z” yang dimiliki oleh Sony, seri Galaxy “S” oleh Samsung dan seri “G” dari LG yang masing-masing adalah seri smartphone andalan mereka.

Terkadang memang suatu vendor memiliki lebih dari satu produk flagship, dan hal itu sah-sah saja. Biasanya produk tersebut dijadikan acuan utama oleh konsumen dimana jika produk flagship yang dimiliki suatu vendor dinilai bagus, maka produk lain dibawah kelasnya juga akan dianggap bagus. Padahal penilaian tersebut tidak sepenuhnya benar. Dan suksesnya pemasaran produk flagship pada suatu vendor biasanya akan secara efektif mendongkrak kepopuleran vendor yang bersangkutan.

Jadi, makna literalnya, flagship berarti yang paling penting dalam kelompok tertentu, ponsel High-end yang sarat dengan semua fitur terbaru. Sebuah ponsel unggulan terbaru dari sebuah perusahaan dimana mereka telah menempatkan semua upaya mereka untuk membuat ponsel tersebut terlihat unik dan out of the box. Misalnya tahun 2011 Samsung Galaxy S2 adalah smartphone flagship, tetapi sekarang Samsung Galaxy S5 yang flagship.

Rabu, 06 April 2016

LEGENDA NISAN BERLUMUR DARAH CERITA RAKYAT MARTAPURA KALIMANTAN SELATAN

nisanberlumurdarah-azmirz.jpg <
×

LEGENDA NISAN BERLUMUR DARAH
CERITA RAKYAT MARTAPURA KALIMANTAN SELATAN

Alkisah .... Syahdan bermula....

Dahulu kala ada cerita tentang dua kekasih yang mempunyai kisah percintaan yang sungguh tragis.

Cerita langkapnya sebagai berikut : Mashor adalah pemuda yang bertempat tinggal di desa yang sekarang sekitar Pekauman dan teluk selong. Mashor berasal dari keluarga yang miskin, tetapi dia mempunyai pendidikan agama yang tinggi dan budi akhlaknya tinggi. Dia mempunyai keahlian membaca Al-Quran yang sangat indah didengar. Mashor sebagai orang yang tidak mampu ikut bekerja di rumah Fatimah sebagai pembantu.

Fatimah merupakan gadis dari keluarga sangat kaya (Saudagar Intan) Mereka tinggal disebarang desa Mashor, mungkin sekarang daerah Kampung Melayu. Orang tuanya merupakan pedagang yang mempunyai hubungan dagang keluar daerah. Terutama daerah Singapura dan Malaysia.

Mashor sebagai pembantu mempunyai banyak pekerjaan yang harus dilakukannya seperti menimba air, memotong kayu, dan lain-lain. Hari demi hari, bulan demi bulan itu saja yang dilakukannya untuk membiayai hidup dan orang tuanya. Selama beberapa tahun

Mashor bekerja dirumah saudagar kaya itu, membuat Fatimah secara tidak sadar jatuh cinta kepada Mashor, begitu juga sebaliknya. Tetapi karena adat Melayu Banjar yang menjaga ketat pertemuan antara perawan dengan bujang membuat hubungan mereka tidak diketahui oleh keluarga.

Mashor sadar percintaan mereka pasti akan ditentang oleh keluarga Fatimah yang memegang adat keluarga. Mereka hanya akan menikahkan anak gadisnya

hanya dengan orang yang sederajat dan mempunyai hubungan keluarga bangsawan dan pasti tentu harus pilihan keluarga. Tetapi Cinta di hati tidak bisa menolaknya.

Tidak lama kemudian hubungan mereka mulai diketahui orang tua Fatimah. Betapa marahnya orang tua Fatimah mengetahui hal demikian. Mereka

memutuskan untuk menjauhkan Mashor dari Fatimah dengan menugaskan Mashor menjaga kebun karet dan ladang keluarga Fatimah di seberang sungai.

Kebun karet ini berada jauh dari rumah Fatimah, menujunya hanya bisa dengan perahu jukung karena melewati sungai yang kecil. Mashor di berikan pondok kecil untuk berteduh dan melakukan

kegiatan sehari-hari. Setiap hari dia bekerja merawat kebun karet tersebut. Setiap hasil karet hanya orang suruhan keluarga Fatimah saja yang

mengambilnya. Dia tidak diberikan kesempatan untuk ke rumah sang Majikan. Fatimah mengetahui kabar Mashor hanya dengan meminta keterangan acil ijah, pembantu yang sering mengatarkan beras buat Mashor.

Suatu hari ada orang kaya bernama Muhdhar yang masih ada hubungan keluarga dengan Fatimah badatang (melamar) ke rumah Fatimah dengan menggunakan satu buah kapal yang sangat besar sesuai dengan derajat kekayaan orang tersebut. Niat Muhdhar disambut baik oleh keluarga Fatimah, mereka

sepakat untuk mengadakan perkawinan besar-besaran. Hal ini tidak menjadi beban bagi Muhdhar karena kakayaannya. Fatimah sangat menentang niat orang tuanya yang menjodohkannya dengan Muhdhar. Dia kenal betul perangai

Muhdhar. Walaupun kaya tetapi dia tidak mempunyai budi pekerti dan ilmu agama sebaik Mashor. Tetapi dia harus menjalankan dua pilihan yang sangat berat. Di satu sisi dia mempunyai pilihan dan cinta yang diyakininya membawa kebahagian di dunia dan di akhirat yaitu hidup bersama Mashor. Di satu sisi dia harus mengikuti perintah orang tuanya, dia sadar menyakiti hati orang tua adalah perbuatan yang derhaka. Akhirnya Fatimah pasrah terhadap perjodohan ini. Perjodohan yang dilandasi oleh harta, hubungan keluarga bukan oleh Cinta. Mashor yang berada jauh tidak mengetahui perjodohan ini. Semuanya yang datang ke lampau (gubuk) Mashor bekerja selalu menutupinya. Mereka tidak ingin dipecat Tuannya jika menceritakan hal tersebut. Akhirnya acara pernikahan di mulai, Muhdhar datang dengan beberapa kapal besar yang membawa Hantaran atau jujuran. Ada kapal yang membawa isi kamar lengkap, ada kapal yang membawa perhiasan emas dan batu permata, ada kapal yang membawa pakaian wanita yang sangat indah-indah. Bagi mereka semua itu hal biasa, karena bisnis dagang keluarga ini ke Singapura,Malaysia berupa Intan,batu permata dan kain. Mereka mempunyai banyak pelanggan di Singapura dan Malaysia Pada zaman tersebut sungai Martapura digunakan sebagai jalur perdagangan. Kapal-kapal besar pedagang Martapura sering berangkat membawa barang dagangan ke Pulau Jawa dan Sumatera hingga Singapura dan Malaysia. Sesuai dengan jalur perdagangan dunia antara Malaysia dan pulau Sumatera. Pada malam harinya ketika semua kelelahan. Muhdhar dan Fatimah tidur di kamar penganten. Belum sempat malam pertama itu terjadi ternyata rumah Fatimah terbakar akibat api dapur lupa di matikan. Muhdhar lari keluar dengan segera tanpa memperdulikan Fatimah. Api semakin membesar Fatimah terjebak di dalamnya. Mashor yang belum tidur melihat dari kejauhan warna merah di langit yang menadakan kebakaran. Dia yakin kebakaran itu berada di rumah Fatimah. Tanpa peduli aturan majikannya yang tidak memperbolehkannya mendekati rumah dia langsung berlari mengambil jukung (sampan). Setelah sampai di rumah Fatimah dia diberitahu bahwa Fatimah terjebak di dalamnya. Dengan kekuatan Cintanya dia terobos api dan menemukan Fatimah pingsan karena terlalu banyak menghirup asap. Dia angkat Fatimah melewati api yang besar. Dengan badannya dia melindungi Fatimah dari api dan kayu rumah yang berjatuhan. Setelah dia bawa keluar Mashor disambut Muhdhar dengan merebut Fatimah dari pangkuan Mashor. Dengan demikian Mashor akhirnya mengetahui perkawinan tersebut. Belum sempat dia mendapatkan penjelasan, Mashor pingsan karena terlalu banyak luka bakar yang dialaminya. Keluarga Fatimah memerintahkan agar mashor dirawat kembali di gubuknya tempatnya bekerja. Dan menginginkan agar peristiwa heroic ini jangan sampai diketahui Fatimah. Subuh harinya mashor tidak bisa bertahan. Dia meninggal karena luka yang terlalu parah. Setelah sholat dzuhur dia dimakamkan di daerah perkebunan karet tersebut. Atau tepatnya sekarang berada di desa Tungkaran. Makam Mashor sederhana dengan nisan terbuat dari kayu ulin. Untuk mencegah babi hutan,kuburannya juga dipagar paring (bambu) Semuanya berada di pemakaman, baik teman-teman Mashor maupun keluarga Fatimah. Tetapi Fatimah tidak mengetahui kematian ini. Dia masih lemah di kamar rumah Muhdhar. Dia masih bertanya di dalam hati bagaimana dia bisa selamat, suaminya sendiri meninggalkannya saat kebakaran itu terjadi. Sewaktu malam hari pertanyaan itu di keluarkannya pada acil ijah yang sejak kecil merawatnya. Acil ijah tahu betul perasaan Fatimah kepada Mashor. Karena tidak dapat mendustai tuannya yang sejak kecil dia pelihara tersebut akhirnya dia ceritakan peristiwa kebakaran itu. Fatimah yang sangat rindu Mashor akhirnya menanyakan keberadaan Mashor. Dengan sangat hati-hati acil ijah menceritakan kematian Mashor dan memberitahukan letak kuburannya. Dia berjanji menemani Fatimah besok untuk ziarah ke kuburan Mashor. Fatimah Sangat terpukul hatinya mengetahui pemuda yang melindungi dan dicintainya telah tiada. Menangislah Fatimah sejadinya. Setelah semua orang terlelap tidur, jam 3 subuh tanpa sepengetahuan yang lain Fatimah keluar rumah. Dia tidak dapat menyimpan perasaan rindu dan dukanya. Tanpa menunggu siang dia bertekad harus menemukan kekuburan mashor. Dia tidak yakin kekasihnya sudah meninggal jika tidak menemukan kuburannya langsung. Dia seberangi sungai Martapura dan berjalan menyisir jalan setapak. Dia masih ingat letak kebun karet keluarganya ketika ayahnya pernah mengajak sewaktu kecil. Malam itu hari hujan dengan deras tetapi tidak menyurutkan hati Fatimah, di dalam hatinya hanya ada satu nama Mashor. Dipikirannya hanya ada satu wajah Mashor pemuda yang sangat mengerti dirinya. Setelah tiba di kebun karet keluarganya, Fatimah tanpa sadar dan mungkin karena ilusi yang muncul karena obsesinya bertemu mashor, dia melihat Mashor berdiri tersenyum kepadanya ditengah rintikan hujan. Tanpa berpikir panjang Fatimah berlari ingin memeluk tubuh kekasihnya melepaskan segala kerinduannya. Fatimah menabrak tubuh lelaki itu hingga terjatuh tanpa disadari pagar yang terbuat dari bambu yang melindungi kuburan Mashor menusuk tubuh Fatimah tepat di dadanya. Darah mengucur dan menetes di atas kubur Mashor dan melumuri nisannya. Fatimah meninggal dengan senyum dia yakin menemukan cintanya.

SELESAI